Kisah 23 TAHUN MEMBEKUKAN SPERMA Ini Membuktikan, Dalam Hidup ‘Selalu Ada Harapan’



Seorang pria membekukan sperma selama 23 TAHUN. Ya, dan itu adalah atas anjuran ibu tirinya. Apakah ini bagian dari ‘kekejaman’ sang ibu tiri?

Ternyata ada kisah yang cukup ‘magical’ dalam pengalaman pria ini. Mulai dari harapan untuk terus hidup, sampai harapan akan masa depan. Simak ceritanya di sini.

1. Ini Alex Powell saat masih 15 tahun. Dia terkena kanker dan untuk itu Alex harus menjalani perawatan kemoterapi.



Kemoterapi beresiko bagi kesehatannya, termasuk masa depan Alex. Karena itu, ibu tirinya menyarankan agar dia mendonorkan sperma.
2. Memalukan, tapi Alex tetap melakukannya. Ia tidak tahu bahwa dirinya akan sangat berterima kasih karena anjuran ibu tirinya tersebut.


3. Beranjak dewasa, Alex Powell mengalahkan kanker yang menggerogoti tubuhnya. Ia tumbuh jadi lelaki ganteng dan menjalin cinta dengan seorang wanita.


Dan di sinilah, keajaiban itu dimulai….


3. Sperma yang ia simpan sejak usia 15 tahun, menjadi seorang bayi mungil nan lucu 23 tahun kemudian. Namanya Xavier.
4. Ya, ini adalah anak dari Alex Powell dan istrinya. Alex tak pernah membayangkan kalau hari memalukan itu akan jadi seindah hari ini.


5. Hari di mana ia menjadi seorang AYAH….


Xavier kini memegang rekor sebagai bayi tertua di dunia. Karena sebelumnya ia adalah sperma yang dibekukan dengan waktu paling lama, dan berhasil, menggunakan teknik IVF.

Skenario hidup bukan kita yang punya. Tapi yakinlah kalau kita menjalaninya dengan baik dan optimis, serta tak henti berusaha maupun berikhtiar, selalu ada jalan dan harapan.

Comments

Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...